Tempat Wisata Keunikan Sejarah Rumah Susila Tradisional Banjar Bubungan Tinggi Kalimantan Selatan

Keunikan Sejarah Rumah Adat Tradisional Banjar Bubungan Tinggi Kalimantan Selatan Tempat Wisata Keunikan Sejarah Rumah Adat Tradisional Banjar Bubungan Tinggi Kalimantan Selatan
Keunikan Sejarah Rumah Adat Tradisional Banjar Bubungan Tinggi Kalimantan Selatan Keunikan Sejarah Rumah Adat Tradisional Banjar Bubungan Tinggi Kalimantan Selatan Tempat Wisata Keunikan Sejarah Rumah Adat Tradisional Banjar Bubungan Tinggi Kalimantan Selatan

Rumah Adat Banjar Bubungan Tinggi / Rumah Baanjung merupakan salah satu jenis rumah tradisional suku Banjarmasin di Kalimantan Selatan dan sanggup dibilang merupakan ikonnya Rumah Banjar lantaran jenis rumah inilah yang paling populer lantaran menjadi maskot rumah watak khas provinsi Kalimantan Selatan.

Disebut rumah Banjar, lantaran memang secara umum dikuasai suku di Kalimantan Selatan ialah suku Banjar. Adapun istilah “Rumah Bubungan Tinggi” mengacu pada bentuk rumah watak itu sendiri yang memang bab atamnya tinggi dan lancip hingga membentuk sudut 45 derajat.

Rumah Adat Banjar Bubungan Tinggi ibarat Rumah tradisonal Betawi namun pada Rumah Bubungan Tinggi dibangun dengan konstruksi panggung dan mempunyai anjung pada kiri dan kanan bangunannya

Sejarah Rumah Adat Banjar Bubungan Tinggi

Konon kabarnya, rumah watak Kalimantan Selatan ini sudah ada semenjak kala 16, tepatnya pada masa pemerintahan Pangeran Samudera atau yang dikenal juga dengan nama Sultan Suriansyah.

Di awal masa pembuatannya, rumah watak Banjar ini dilengkapi dengan konstruksi sedrhana berbentuk segi-empat yang cenderung memanjang dari depan ke balakang. Namun, seiring berjalannya waktu, rumah watak Banjar ini kemudian dimodifikasi sesuai kebutuhan si pemilik dengan menambahkan bab rumah di samping kiri dan kanan.

Adapun istilah yang dipakai untuk rumah watak Banjar yang ditambahkan bab tertentu tersebut ialah “disumbi”. Padamulanya, rumah watak Banjar ini hanya sanggup dijumpai di lingkungan kraton Banjar. Namun usang kelamaan, kita masyarakat juga turut membangun rumah dengan mengadopsi bangunan di lingkungan istana tersebut hingga persebarannya hampir merata bahkan hingga ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Adapun Ciri-ciri Keunikan Rumah Adat Tradisional Banjar Bubungan Tinggi Kalimantan Selatan :

1.Atap Sindang Langit tanpa plafon
2.Tangga Naik selalu ganjil
3.Pamedangan diberi Lapangan kelilingnya dengan Kandang Rasi berukir

Struktur rumah watak Banjar 

Konstruksi rumah watak Banjar atau rumah ba-anjung dibentuk dengan materi kayu. Faktor alam Kalimantan yang penuh dengan hutan rimba telah memperlihatkan materi konstruksi yang melimpah kepada mereka, yaitu kayu.

Sesuai dengan bentuk serta konstruksi bangunan rumah watak Banjar tersebut maka hanya kayulah yang merupakan materi yang sempurna dan sesuai dengan konstruksi bangunannya.

Bagian Konstruksi Pokok
Konstruksi pokok dari rumah watak Banjar sanggup dibagi atas beberapa bagian, yaitu :

Tubuh bangunan yang memanjang lurus ke depan, merupakan bangunan induk.
Bangunan yang melekat di kiri dan kanan disebut Anjung.
Bubungan atap yang tinggi melancip disebut Bubungan Tinggi.
Bubungan atap sengkuap yang memanjang ke depan disebut atap Sindang Langit.
Bubungan atap yang memanjang ke belakang disebut atap Hambin Awan.
Tubuh bangunan induk yang memanjang terus ke depan dibagi atas ruangan-ruangan yang berjenjang lantainya.

Ruangan-ruangan yang berjenjang lantainya ialah :

1.Palatar (pendopo atau teras), ruangan depan yang merupakan ruangan rumah yang pertama sesudah menaiki tangga masuk. Ukuran luas ruangan ini ialah 7 x 3 meter. Palatar disebut juga Pamedangan.

2.Pacira, yaitu ruang antara (transisi) yang terbagi dua bab yaitu pacira dalam dan pacira luar. Pacira Dalam berfungsi untuk menyimpan alat pertanian, menangkap ikan dan pertukangan. Kedua pacira ini hanya dibedakan oleh posisinya saja. Pacira Luar sempurna berada di muka pintu depan (Lawang Hadapan).

3.Panampik Kacil, yaitu ruang tamu muka merupakan ruangan yang agak kecil sesudah masuk melalui Lawang Hadapan yaitu pintu depan. Permukaan lantainya lebih tinggi daripada lantai palatar. Ambang lantai disini disebut Watun Sambutan. Luas ruangan ini ialah 7 x 3 meter.

4.Panampik Tangah yaitu ruang tamu tengah merupakan ruangan yang lebih luas dari panampik kacil. Lantainya juga lebih tinggi dari ruang sebelumnya. Ambang lantai ini disebut Watun Jajakan.

5.Panampik Basar atau Ambin Sayup, yaitu ruang tamu utama merupakan ruangan yang menghadapi dinding tengah (Banjar: Tawing Halat). Permukaan lantainya lebih tinggi pula dari lantai sebelumnya. Ambang Lantainya disebut Watun Jajakan, sama dengan ambang lantai pada Panampik Tangah. Luas ruangan 7 x 5 meter.

6.Palidangan atau Ambin Dalam, yaitu ruang bab dalam rumah yang berbatas dengan panampik basar. Lantai palidangan sama tinggi dengan lantai panampik basar (tapi ada juga beberapa rumah yang menciptakan lantai panampik basar lebih rendah dari lantai palidangan). Karena dasar kedua pintu yang ada di tawing halat tidak hingga ke dasar lantai maka watun di sini disebut Watun Langkahan. Luas ruang ini 7 x 7 meter. Di dalam ruangan Palidangan ini terdapat tiang-tiang besar yang menyangga bubungan tinggi (jumlahnya 8 batang). Tiang-tiang ini disebut Tihang Pitugur atau Tihang Guru.

7.Panampik Dalam atau Panampik Bawah, yaitu ruangan dalam yang cukup luas dengan permukaan lantai lebih rendah daripada lantai palidangan dan sama tingginya dengan permukaan lantai panampik tangah. Ambang lantai ini disebut pula dengan Watun Jajakan. Luas ruang 7 x 5 meter.

8.Padapuran atau Padu, yaitu ruangan terakhir bab belakang bangunan. Permukaan lantainya lebih rendah pula dari panampik bawah. Ambang lantainya disebut Watun Juntaian. Kadang-kadang Watun Juntaian itu cukup tinggi sehingga sering di daerah itu diberi tangga untuk keperluan turun naik. Ruangan padapuran ini dibagi atas bab atangan (tempat memasak) dan salaian (tempat mengeringkan kayu api), pajijiban dan pagaduran (tempat mencuci piring atau pakaian). Luas ruangan ini ialah 7 x 3 mete

Tata ruang rumah tradisional Bubungan Tinggi membedakan adanya tiga jenis ruang yaitu ruang terbuka, setengah terbuka dan ruang dalam.

Ruang terbuka terdiri dari pelataran atau serambi, yang dibagi lagi menjadi surambi muka dan surambi sambutan.

Ruang setengah terbuka diberi pagar rasi disebut Lapangan Pamedangan.

Sedangkan ruang dalam dibagi menjadi Pacira dan Panurunan (Panampik Kacil), Paluaran (Panampik Basar), Paledangan (Panampik Panangah) yang terdiri dari Palidangan Dalam, Anjung Kanan dan Anjung Kiwa, serta Panampik Padu (dapur).

Secara ringkas berikut ini akan diuraikan situasi ruang dan kelengkapannya;

1.Surambi
Di depan surambi muka biasanya terdapat lumpangan daerah air untuk membasuh kaki. Pada surambi muka juga terdapat daerah air lainnya untuk pembasuhan pambilasan biasanya berupa guci.

2.Pamedangan
Ruangan ini lantainya lebih tinggi, dikelilingi pagar rasi. Biasanya pada ruang ini terdapat sepasang dingklik panjang.

3.Pacira dan Panurunan (Panampik Kacil)
Setelah masuk Pacira akan didapatkan tanggui basar dan tanggui kacil di arah sebelah kiri, sedangkan arah sebelah kanan terdapat pengayuh, dayung, pananjak dan tombak duha. Di sayap kanan ruangan terdapat gayung, sandal dan terompah tergantung di Balabat Panurunan. Sebagai perlengkapan penerangan dalam ruangan ini terdapat dua buah lampu gantung.

4.Paluaran (Panampik Basar)
Ruangan ini cukup besar dipakai untuk aneka macam acara keluarga dan kemasyarakatan apabila masih kekurangan ruang Tawing Halat yang memisahkan dengan Palidangan sanggup dibuka. Di bab tengah di depan Tawing Halat ini terletak bufet. Di atasnya agak menyamping ke kiri dan ke kanan terdapat gantungan tanduk rusa. Di tengah ruangan terdapat dua buah lampu gantung. Lantainya diberi lampit dan kelengkapan bergerak ibarat paludahan, kapit dan gelas, parapen, rehal.

5.Palidangan (Panampik Panangah)
Ruangan ini terdiri dari Paledangan Dalam dan Anjung Kiwa - Anjung Kanan. Fungsi ruang sama dengan Paluaran, namun biasanya diperuntukkan bagi kaum wanita. Di sini terdapat kelengkapan lemari besar, lemari buta, kanap, kendi. Lantainya diberi hambal sebagai ganjal duduk.

8.Anjung Kanan - Anjung Kiwa
Ruang Anjung Kanan merupakan ruang istirahat yang dilengkapi pula dengan alat rias dan perlengkapan ibadah. Sedangkan Anjung Kiwa merupakan daerah melahirkan dan daerah merawat jenazah. Di sini juga di beri perlengkapan ibarat lemari, ranjang, meja dan lain-lain.

7.Padu (dapur)

Bagian Padu pada Rumah Bubungan Tinggi Desa Habirau
Di samping untuk daerah perlengkapan masak dan kegiatannya, ruang padu ini juga dipakai untuk menyimpan materi makanan. Perlengkapan umum yang terdapat di dalamnya ialah dapur, rak dapur, pambanyuan, lemari, tajau, lampit dan ayunan anak.

Bentuk arsitektur dan pembagian ruang rumah tradisional Bubungan Tinggi mempunyai kesamaan prinsip antara satu dengan lainnya, dengan perbedaan-perbedaan kecil yang tidak berarti.

Dari sini sanggup dilihat bahwa rumah tradisional Bubungan Tinggi tersebut mempunyai keterikatan dengan nilai tradisional masyarakatnya.

Makara meskipun pada awalnya bentuk tersebut dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan fungsi dan pembiasaan terhadap lingkungan, tetapi lantaran sifatnya yang berulang-ulang kemudian dari bentuk fungsional tersebut bermetamorfosis bentuk yang tradisional.


Filosofi Rumah Adat Banjar 

1.Dwitunggal semesta, yakni kepercayaan bahwa rumah ialah daerah yang sakral lantaran dewata juga ikut tinggal mendiami daerah tersebut. Meski samar, namun unsur-unsur ini masih teraca dengan jelas. Silahkan saja simak keberadaan gesekan naga yang kurang jelas pada tubuh rumah. Ia merupakan perlambang alam bawah. Sementar itu, gesekan burung Enggang Gading melambangkan alam atas.

2.Pohon hayat. Rumah Banjar identik dengan atapnya yang membumbung tinggi. Ia merupakan perlambang pohon Hayat yang menjulang ke langit. Pohon Hayat sendiri ialah simbol kosmis yakni cerminan dari aneka macam dimensi yang menyatukan semesta.

3.Payung. Secara sepintas, atap pada rumah watak Kalimantan Selatan ini juga ibarat paying. Dahulu, paying dianggap sebagai simbol orientasi kekuasaan. Ia juga merupakan perlambang kebangsawanan. Dahulu, payung kuning bahkan dianggap sebagai salah satu perangkat kerajaan yang tak boleh hilang dalam aneka macam program adat.

3.Simetris. Ini merupakan perlambang dari kehidupan yang seimbang. Rumah Banjar dibentuk simetris untuk pertanda sistem pemerintahan kerajaan Banjar yang seimbang.
Kepala-Badan-Kaki. Adapun bentuk dari rumah Banjar atau rumah Bubungan Tinggi menggambarkan insan yang dibagi ke dalam 3 bab besar yakni kepala, tubuh dan kaki. Adapun bab anjungan sebelah kanan dan kiri mewakili bab ajun dan kiri manusia.

4.Tata Ruang. Rumah watak Bubungan Tinggi khususnya dalam lingkup kerajaan dibagi ke dalam beberapa bagian. Salah satu bagiannya ialah ruangan semi publik yakni serambi atau yang dalam ejaan lokal disebut Surambi.

Ruangan ini berjenjang dengan kronologis pertama surmabi muka, surambi sambutan dan surambi pamedangan yang berbatasan langdung dengan pintu utama rumah (Lawang Hadapan). Memasuki bab rumah adat, akan dijumpai juga hirearkis yang sama yakni adanya lantai yang berjenjang antara lain Penampik Kecil, Penampik Tengah dan Penampuk Besar. Masing-masing lantai ini mencerminkan status sosial di Banjar pada masanya. Hiriarkis ini merupakan lambang tata eksekusi alam yang kental.

5.Tawing Halat. Dalam rumah watak Kalimantan Selatan ini Anda juga sanggup menjumpai Tawing Halat atau dinding pemisah yang membagi dua ruangan semi private dan privat. Hal ini dimaksudkan semoga raja sanggup melihat dengan terang tetamunya sedangkan tamu hanya sanggup mengira keadaan raja di ruang semi privat tersebut.

6.Denah Cacak Burung. Merupakan skema pada rumah Banjar yang membentuk simbol tambah (+). Ia merupakan potongan poros-poros bangunan arah muka menuju belakang serta arah kanan menuju kiri. Jika dikaji, rujukan ini sama dengan Cacak Burung yang memang dianggap sakral.


Demikian Keunikan Sejarah Rumah Adat Tradisional Banjar Bubungan Tinggi Kalimantan Selatan

Sumber https://www.senibudayawisata.com/

Jangan sampai ketinggalan postingan-postingan terbaik dari Tempat Wisata Keunikan Sejarah Rumah Susila Tradisional Banjar Bubungan Tinggi Kalimantan Selatan. Berlangganan melalui email sekarang juga:

Bali Attractions

BACA JUGA LAINNYA:

0 Response to "Tempat Wisata Keunikan Sejarah Rumah Susila Tradisional Banjar Bubungan Tinggi Kalimantan Selatan"

Post a Comment

Bali Attractions