Tempat Wisata 5 Wisata Makanan Istimewa Di Yogyakarta



Yogyakarta, kota yang sangat eksotis akan kebudayaan tinggi para leluhurnya, kota yang bisa menghargai dan gembira atas kebudayaan leluhurnya, melestarikannya hingga ke anak cucu mereka dan mempertahankannya sebagai identitas diri yang paling tinggi.

Yogyakarta, destinasi wisata dengan keindahan alam yang sangat beragam, pegunungan gunung berapi dengan pemadangan yang menakjubkan, pantai-pantai dengan pasir dan desiran ombak yang sangat indah, gua-gua alam yang sangat mendebarkan bila kita menelusurinya, candi-candi dan mahakarya peninggalan budaya leluhur lainnya yang sangat bersejarah. Jangan lupa juga, keramah-tamahan penduduknya yang sangat membekas bagi para wisatawan untuk kembali lagi kesana.

Yogyakarta, kota dengan seribu predikat yang melekat, Kota Pendidikan, Kota Budaya, Kota Perjuangan, Kota Sepeda, dan lain-lain.

Semua hal itu mungkin dirasa kurang bila tidak ada kuliner atau masakan yang sangat khas di wilayah itu. Ya, inilah yang akan saya bicarakan. Wisata masakan di yogyakarta tidak kalah menariknya dengan wisata ke candi atau ke pantai atau wisata lainnya. Kuliner khas Yogyakarta yang sudah populer diseluruh dunia niscaya semua sudah pada tahu kan, ibarat gudeg, sate klathak, bakpia, yangko, kipo atau yang lainnya. Tetapi disini saya tidak akan membahas masakan yang sudah populer itu. Saya akan membicarakan masakan yang mungkin dari kalian ada yang belum tahu dan mencicipi enaknya masakan ini.

Inilah mengapa disebut wisata kuliner, kita mencari dan menelusuri hingga ke pelosok desa untuk mendapat masakan yang katanya istimewa dan kita harus membuktikannya sendiri. Selain berburu kenikmatan makanan, kita juga berburu suasana yang sangat khas Yogyakarta. Suasana yang hanya bisa kita rasakan bila kita mengunjungi tempat itu, dan niscaya akan kembali ke tempat itu lagi.

Kriteria masakan yang saya pilih disini bukanlah masakan yang sudah besar, memiliki cabang dimana-mana, kriteria pokoknya adalah

- Harganya murah

Faktor ini cukup penting, alasannya yaitu kita sangat gampang mendapat masakan yang lezat tetapi harga mahal, itu sudah biasa. Tetapi bila masakannya lezat tetapi harganya cukup terjangkau. Ini yang kita cari.

- Belum ada Cabang

Saya tidak membicarakan kuliner yang sudah terkenal, atau sudah menjadi franchise dan ada di sudut-sudut kota. Karena judulnya wisata masakan ya kita harus piknik ke pelosok untuk bisa mencicipi istimewanya masakan itu, dan perjalanan jauh saya terbayarkan dengan rasa kuliner yang sangat istimewa.

- Tempat Sederhana

Jangan dipikir bila masakan lezat itu adanya hanya di restoran dengan disajikan kemewahan dan pelayanan yang bagus. Kuliner yang saya tulis disini sangat jauh dari bayangan itu, ada yang beralaskan tikar, dengan warung bambu yang reot, suasana gerah yang menciptakan berkeringan, pelayanan yang alakadarnya, tetapi semau itu tidak ada bandingannya dengan rasa nikmat masakannya. Dan kita akan dibawa dengan suasana orisinil Yogyakarta. pengunjung saling menyapa, mengobrol basa-basi, hingga bercanda dengan penjualnya.

Kriteria diatas yaitu yang saya buat sendiri dengan unsur subyektivitas yang sangat kental, bila ada yang kurang oke wajar. Oke deh, pribadi kita lihat wisata masakan yang sangat istimewa di Yogyakarta.


1. Mie Lethek Mbah Mo Srandakan



Warung makan ini terletak di desa Srandakan, Bantul. Mungkin kurang lebih sekitar 20 kilometer dari kota Yogyakarta ke arah selatan, sekitar satu jam perjalanan. Menu yang bisa anda dapatkan di warung ini yaitu bakmi godog (rebus), bakmi goreng dan bakmi nyemek (perpaduan antara bakmi godog dan goreng). Semua sajian itu lezat banget. Kekenyalaan mie lethek memberi cita rasa yang berbeda di lidah, istimewa pokoknya.

Anda niscaya ingin tau apa itu mie lethek? Dari artinya mi yaitu bakmi dan lethek yaitu bahasa jawa yang artinya kotor atau kusam. Iya, benar, bila dilihat dari warnanya mie ini berwarna bening agak kekusam-kusaman, ibarat warna putih yang terkena bercak-bercak hitam. Tekstur dari mie ini sangat kenyal, beda ibarat mie yang biasa kita makan. Menurut informasi, mie ini hanya diproduksi di kawasan Bantul saja. Produksinya masih tradisional yaitu memakai sapi untuk menggiling materi baku mie nya.


2. Sop Ayam "Ganteng" Kalasan



Yogyakarta memang jagonya dalam mengolah ayam kampung menjadi hidangan. Kebanyakan hidangan kuliner orisinil di Yogyakarta memang memakai ayam kampung untuk dagingnya, alasannya yaitu memang dari kualitas rasanya jauh lebih lezat dari pada ayam broiler dan kaldunya pun jauh lebih segar dijadikan kuah untuk hidangan. Selain gudeg, bakmi jawa, yang memakai ayam kampung, hidangan sop juga sama. Warung sop ayam kampung ini letaknya di Jalan Solo KM 12,5 Kalasan, persisnya di depan RSIY PDHI.

Rasa sop "Ganteng" ini memang benar-benar ganteng, sangat nikmat, kaldu dalam kuah sopnya sangat terasa sekali, segar banget, berbeda dengan sop yang sering saya makan yang terlalu banyak penyedap rasa MSG atau mecin. Ditemani segelas minuman kelapa muda dengan sirup gula jawa benar-benar menambah kesejukan yang semakin komplit.

Iseng-iseng saya bertanya kepada penjualnya kenapa namanya "Ganteng"? Dan jawabannya yaitu Ganteng itu yaitu akronim yang kepanjangannya yaitu Ganjel Weteng, kalau dalam bahasa Indonesianya yaitu Pengganjal Perut. Jujur, saya pribadi ketawa terbahak-bahak mendengar klarifikasi itu. Orang Jogja memang benar-benar kreatif.


3. Warung Kambing Pak Dakir



Anda penyuka kuliner dari kambing? Bukan makanannya kambing ya, hehee. Iya, kuliner hasil olahan dari kambing ibarat sate, gule, tongseng, dan lain sebagainya. Nah, di warung ini segala olahan kambing ada disini, ibarat yang saya sebutkan sebelumnya, tetapi sajian yang istimewa di warung ini bukanlah sate atau gulainya, tetapi yaitu nasi gorengnya, namanya yaitu Nasi Goreng Pliket atau Nasi Goreng Butet. Dinamai nasi goreng pliket alasannya yaitu memang nasi gorengnya pliket, agak-agak berair alasannya yaitu masaknya memakai kuah tongseng. Kenapa juga disebut nasi goreng butet, alasannya yaitu katanya yang pertama kali minta sajian ini yaitu Butet Kartarejasa, seorang seniman kondang asal Yogyakarta. Mas Butet minta dibuatkan sajian nasi goreng yang beda, alhasil jadilah nasi goreng butet.

Keistimewaan dari nasi goreng ini yaitu bumbunya yang tidak hanya bumbu nasi goreng tetapi juga dicampur dengan sedikit kuah tongseng dan gulai, hasilnya pun nasinya agak lengket tetapi rasanya sangat aduhai, beda dengan nasi goreng biasanya, Nasi goreng ini berisi daging dan jeroan dari kambing, jadi kalau anda memiliki tekanan darah tinggi dan kolesterol yang tinggi pula, seimbangi dengan nutrisi penurun hipertensi dan kolesterol lainnya. Mencicipi nasi goreng ini dengan ditemani segelas wedang tape panas benar-benar istimewa. Diselingi dengan canda tawa ibu penjualnya melengkapi rasa rindu saya akan suasana nyaman. Warung makan ini terletak tidak jauh dari sentra kota Yogyakarta. Terletak di depan Pasar Klitikan, Kuncen.


4. Bakmi Jawa Ken Arok



Rasa ingin tau saya mulai tergugah dikala sahabat saya berbicara perihal warung makan bakmi jawa yang dimasaki oleh koki lengkap dengan atributnya, pakaian putih-putih dengan topi panjang khas ala chef di restoran-restoran ternama. Rasa ingin tau saya bertambah ketika koki tersebut yaitu mantan koki Sheraton Hotel, salah satu hotel bintang lima ternama di dunia. Bakmi jawa yang dibentuk oleh koki bertaraf internasional? Oke deh, saya tidak berlama-lama pribadi menuju ke Jalan Solo Km 13 Kalasan tempat warung tersebut berada. Lokasinya memang cukup berdekatan dengan Warung Sop Ayam "Ganteng" yang tadi sudah saya ceriterakan diatas.

Sesampainya disana memang benar apa yang dikatakan sahabat saya itu. Seorang koki dengan pakaian kebesarannya -celemek putih panjang dari leher hingga lutut dengan topi panjang khas ala chef di restoran-restoran ternama- sedang didepan ubo rampe-nya sedang memasak untuk para pelanggan setianya yang sudah menunggu di kursi warungnya. Pemandangannya memang agak kontras, koki dengan atribut lengkapnya sedang memasak di warung yang tampilannya sederhana. Tetapi ketika pesanan saya sudah tiba (setelah hampir 15 menit menunggu), dan saya cicipi, memang rasanya tidak sesederhana warungnya. Saya memesan bakmi goreng ala ken arok. Walaupun ini yaitu bakmi jawa, tetapi rasanya benar-benar berbeda dengan bakmi jawa yang biasa. Sensasinya rasa benar-benar ibarat masakan hotel bintang lima. Penambahan bumbu masakan yang menimbulkan citarasanya yang juga unik.


5. Walang Goreng

sumber http//www.alumni.ugm.ac.id/simponi/images/berita/Walang-Goreng.jpg


Kalau yang satu ini bukan masakan yang dihidangkan ibarat diatas. Ini yaitu kuliner khas buah tangan dari Gunung Kidul yang tergolong sebagai extrem food. Bagaimana tidak, Walang atau Bahasa Indonesia nya Belalang ini digoreng dan dijadikan makanan. Mungkin untuk sebagian orang merasa sangat jijik. Lihat bentuknya saja sangat menggelikan apalagi dimakan. Inilah sisi keunikan orang Yogyakarta, populasi belalang yang sangat pesat di Gunung Kidul yang kedepannya akan sangat mengganggu pertanian -karena belalang ini termasuk hama yang sering menggerogoti tanaman para petani- oleh penduduk sekitar dimanfaatkan sebagai makanan.

Belalang goreng ini sebelumnya hanya dijadikan kuliner kudapan oleh warga sekitar, alasannya yaitu rasanya yang gurih ibarat udang goreng. Karena keunikan tersebut, semakin usang belalang goreng menjadi sesuatu yang booming pada waktu itu. alhasil secara tidak pribadi kuliner itu menjadi kuliner khas kawasan Gunung Kidul selain gethuk dan thiwul.

Itulah 5 Kuliner istimewa di Yogyakarta. Jika anda ingin melancong ke Yogyakarta, jangan lupa mampir ke warung-warung makan tersebut. Sebenarnya masih banyak tempat-tempat masakan istimewa di Yogyakarta, besok lain waktu akan saya tulis lagi kelanjutannya.



Sumber http://hajingfai.blogspot.com/

Jangan sampai ketinggalan postingan-postingan terbaik dari Tempat Wisata 5 Wisata Makanan Istimewa Di Yogyakarta. Berlangganan melalui email sekarang juga:

Bali Attractions

BACA JUGA LAINNYA:

0 Response to "Tempat Wisata 5 Wisata Makanan Istimewa Di Yogyakarta"

Post a Comment

Bali Attractions